Sabtu, 23 Juli 2011

ISS ( International Space Station )

     ISS atau International Space Station merupakan salah satu proyek luar angkasa internasional. 
ISS merupakan proyek gabungan dari lima badan antariksa yaitu NASA, Canadian Space Agency, Russian Federal Space Agency, European Space Agency dan Japan Aerospace Exploration Agency. 
Proyek ISS dimulai sejak tahun 1998. Proyek ini dibuat untuk menggantikan proyek MIR milik Rusia yang berakhir ketika MIR telah memasuki atmosfer Bumi dan akhirnya jatuh di samudra Pasifik.
ISS merupakan pangkalan besar di luar angkasa untuk melakukan riset dan penelitian, sehingga ISS sangat penting bagi terobosan-terobosan baru, khususnya dibidang riset luar angkasa.
 
Dalam waktu dekat pesawat ulang alik Endeavour akan mengirimkan komponen utama terakhir menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk misi STS-130 bersama modul observasi dan pusat kerja robotika.
Modul misi STS-10 didesain untuk menyediakan jendela bagi para astronot yang bisa diputar 360 derajad untuk mengamati Bumi dan angkasa luar dan menjadi bagian akhir dari misi luar angkasa terbesar umat manusia.
ISS adalah gabungan stasiun luar angkasa lintas negara, yaitu Mir 2 Rusia, Stasiun Luar Angkasa Freedom Amerika Serikat, dan fasilitas orbital Columbus Eropa.
Pada 1995 menjadi saat bersejarah karena untuk pertama kalinya pesawat ulang-alik Atlantis milik AS tiba di stasiun ruang angkasa Mir, milik Uni Soviet yang kemudian menjadi milik Rusia.
Dalam perkembangannya, ISS merupakan proyek gabungan dari 16 negara, yakni AS, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil, dan 11 negara dari Uni Eropa a.l. AS (NASA), Rusia (RSA), Jepang (JAXA), Kanada (CSA/ASC), Brasil (AEB), dan Eropa(ESA).
Majalah Time menyebutkan satu alasan mengapa proyek ini harus dikerjakan secara keroyokan adalah besarnya dana yang diperlukan untuk menyelesaikan ISS yang mencapai US$100 miliar atau setara APBN 2009 negara kita senilai Rp1000 triliun.
Untuk desain dan pengujian skala laboratorium awal saja, NASA pada 1986 sudah menghabiskan dana tak kurang dari US$10 miliar.
Pangkal penyebab mengapa pembangunan ISS cukup rumit, selain karena harus memperhitungkan keamanan operasional juga harus menyatukan berbagai komponen dari beragam konstruktor dirgantara. Selain itu juga harus memodernisasi teknologi milik Mir 2 Rusia yang sudah usang.
Tidak saja usang, Mir pernah sampai menjadi bahan olok-olok para kosmonot negeri Beruang Merah itu yang selamat kembali ke Bumi sebagai peti mati angkasa luar, karena faktor keamanan dan kenyamanannya yang minim.
Dengan segala faktor penghambat ini ISS menjadi proyek gabungan paling mahal dan kompleks sejagad setelah proyek fusi nuklir internasional di Prancis.
Simbol manusia
Sejak 2 November 2000 stasiun luar angkasa itu selalu ditempati oleh paling tidak dua orang sebagai simbol kehadiran manusia di luar angkasa. Setiap kali pergantian awak, keempat awak lama dan baru ada di sana dan juga paling tidak ada satu pengunjung lainnya.
Stasiun luar angkasa ini terletak di orbit sekitar Bumi dengan ketinggian sekitar 360 km atau biasa disebut orbit rendah. Stasiun ini rata-rata kehilangan ketinggian 100 meter per hari karena seretan atmosfer dan operational reboost.
ISS mengorbit ke Bumi dengan periode 92 menit, di mana pada 1 Desember 2003 tercatat telah menyelesaikan 33.500 orbit sejak peluncurannya. Tugas utamanya selain sebagai pertanda kehadiran manusia di luar angkasa adalah dilayani oleh pesawat ulang-alik, Soyuz dan pesawat luar angkasa Progress.
Pada 2005, pesawat luar angkasa itu masih dalam tahap pembuatan dan berkapasitas tiga awak. Sejauh ini seluruh awak tetap datang dari program luar angkasa Rusia atau AS. Meski demikian sampai saat ini ISS telah dikunjungi oleh banyak astronot, beberapa dari mereka bahkan bukan dari negara-negara yang aktif dalam program ini termasuk dua turis luar angkasa yang kaya raya.
Soal nama pun pada awalnya stasiun ini dinamakan Stasiun Luar Angkasa Alpha, namun ditolak oleh Rusia karena akan dikira stasiun itu adalah sesuatu yang baru. Ini tak mengherankan sebab sejatinya Uni Soviet telah mengoperasikan delapan stasiun orbital jauh sebelum ISS diluncurkan.
Usulan Rusia menggunakan nama Atlant juga ditolak oleh AS karena khawatir ada kemiripan nama dengan Atlantis, nama benua legendaris yang tenggelam di lautan.
Selain itu, penggunaan Atlantis juga akan menyebabkan kebingungan dengan pesawat ulang-alik Atlantis. Akhirnya diambil nama Stasiun Luar Angkasa Internasional (disingkat MKS dalam bahasa Rusia) sekaligus mengakhiri perselisihan pendapat tentang namanya.
Meski berselisih pendapat, pengerjaan stasiun ruang angkasa internasional yang ‘dirakit’ bagian demi bagian di dalam orbit ini berjalan sesuai target waktu operasional pada tahun ini.
Beroperasinya ISS seperti mewujudkan mimpi penulis asal Boston, Edward Evertt Hale tentang laboratorium ruang angkasa yang dituangkan dalam cerita pendek berjudul Brick from the Moon di awal abad ke 19 itu bisa terwujud.
Namun, konsep ini matang berkat dua ilmuwan luar angkasa asal Rusia dan Jerman yaitu Konstantin Tsiolkovsky dan Hermann Oberth. Pada 1991, keduanya mendiskripsikan tentang laboratorium ruang angkasa dalam kertas kerja berjudul The Exploration of Cosmic Space By Means of Reaction Devices.
Artikel ilmiah yang jadi lelucon di masa itu tanpa diduga kemudian berhasil diwujudkan oleh Uni Soviet pada 1971 saat meluncurkan laboratorium ruang angkasa Salyut 1 yang bisa dihuni manusia selama 24 hari.
Sejujurnya, Salyut adalah tamparan keras bagi Eurospace dan NASA yang sudah sejak 1963 merencanakan hal ini. Tak heran keduanya lantas ngebut menyelesaikan proyek Spacelab.
Untungnya Perang Dingin berakhir dan membuat mimpi manusia disatukan dalam ISS yang akan menjadi titik tolak manusia membentuk koloni di Bulan dan menjamah Mars.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar