Senin, 15 Agustus 2011

Info Semesta : Komet Elenin


Jelang akhir tahun 2011, Bumi akan dikunjungi sebuah komet yang sedang melintasi Bumi menuju titik terdekatnya dengan Matahari sebelum kemudian kembali menjauh.
Komet Elenin
Komet Elenin yang ditemukan Leonid Elenin.
Komet Elenin, itulah komet yang akan melintas tak jauh dari Bumi saat musim gugur di belahan Bumi utara menjelang. Komet Elenin yang juga dikenal dengan nama astronomi C/2010 X1 dideteksi pertama kali oleh Leonid Elenin, seorang pengamat dari Lyubertsy, Russia. Ia berhasil menemukan komet C/2010 XI yang kemudian diberi nama sesuai namanya yaitu Elenin melalui pengamatan jarak jauh menggunakan peralatan di  ISON-NM observatorium dekat Mayhill, New Mexico.
Saat ditemukan tanggal 10 Desember 2010, komet Elenin sedang berada pada jarak 647 juta km dari Bumi. Hampir 5 bulan kemudian, komet Elenin yang sedang bergerak menuju jarak pertemuan terdekatnya dengan Matahari yang disebut perihelion, ia tentu semakin dekat dengan Bumi. Pada tanggal 4 Mei, jarak Elenin dengan Bumi mencapai 274 juta km.
Inilah yang terjadi ketika komet periode panjang menempuh perjalanannya dari luar Tata Surya mengarah ke perihelionnya. Komet Elenin sama seperti komet periode panjang akan datang dalam kemegahannya dan membentuk busur melintasi Tata Surya. Tapi ada satu yang kurang dari komet Elenin, ia tidak akan memberikan pertunjukan spektakuler kepada masyarakat Bumi. Saat ini Elenin tampak lemah.
Lintasan komet Elenin saat berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi tanggal 16 Oktober 2011. Kredit : NASA
Komet Elenin Yang Redup
Cerita penampakan komet di malam hari biasanya memberi cerita yang spektakuler. Kedatangan sebagian komet yang mengunjungi bagian dalam Tata Surya biasanya memberi kecerlangan di langit malam sehingga dengan mudah dilihat menggunakan mata telanjang saat mereka melintas. Salah satunya adalah komet Hale-Bopp di tahun 1997.

Tapi untuk komet Elenin, dibutuhkan binokuler, langit yang cerah, lokasi yang jauh dari polusi cahaya untuk bisa menikmati kunjungan komet tersebut. Bahkan saat Elenin berada pada kondisinya yang paling terang di langit malam.
Dalam perjalanannya mendekati Matahari, komet Elenin akan mengalami peningkatan kecerlangan pada bulan Agustus 2011 yakni 6-8 magnitud. Dan mulai akhir September – Oktober, saat Komet Elenin mendekati titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 10 September 2011 ia akan menghilang dari pandangan pengamat di Bumi dengan kecerlangan 3-4 magnitud.  Saat itu, komet Elenin akan berada pada jarak 0,48242 SA atau setengah jarak Matahari – Bumi.
Di awal bulan Oktober, komet Elenin akan kembali tampak bagi pengamat di Bumi dan kecerlangannya akan menurun menjadi 4-5 magnitud ketika ia kemudian berpapasan dengan Bumi pada tanggal 16 Oktober 2011 pada jarak 35 juta km. Setelah itu, Elenin akan kembali meredup dan menjauh dari Bumi. Di awal tahun 2012 diprediksi kecerlangannya hanya sekitar 11-12 magnitud.
Jejak Komet Elenin. Kredit : StellaNavigator Ver.8
Komet Elenin dan Bumi
Dalam perjalanannya, komet Elenin akan melintas sangat dekat dengan Bumi. Titik terdekatnya akan mencapai jarak 35 juta km dari Bumi. Dekat tapi sesungguhnya masih jauh.

Pertanyaannya, akankah pengunjung dari jauh ini memberi pengaruh bagi Bumi?  Bagaimana dengan ide benda langit yang satu ini akan menyebabkan pergeseran pasang surut atau bahkan plat tektonik di Bumi? Isu tidak benar seperti ini tentunya akan dan sudah menyebar mengenai kunjungan Elenin di masyarakat dunia maya.
Yang pasti, dalam kunjungannya, komet Elenin tidak akan berpapasan dengan benda gelap apapun yang akan mengganggu orbitnya, dan demikian juga dengan Bumi. Komet Elenin tidak akan memberi pengaruh apapun kepada Bumi dan makhluk hidup yang menjadi penghuninya.  Elenin tidak akan berada pada jarak lebih dekat dari 35 juta km.
Bagi astronom jarak seperti ini memang “dekat” tapi pada kenyataannya ia masih berada jauh dari Bumi. Selain itu Elenin juga merupakan komet yang kecil, dan seperti halnya komet, ia bukanlah obyek yang padat. Kerapatan komet mirip dengan pasir es yang tersusun tidak rapat. Jadi, Bumi akan dikunjungi oleh bola pasir es berukuran menengah pada jarak 35 juta km yang pengaruhnya tidak terkira kecilnya atau tidak ada pada planet kita ini.
Komet Elenin memang tidak akan menjadi pusat pertunjukan nan indah di langit pada saat mendekat nanti. Juga tidak akan menimbulkan kerusakan pada Bumi yang bisa membuat para penghuni Bumi sibuk mengaitkannya dengan berbagai teori. Tapi Komet Elenin tetaplah penjelajah dari jauh yang layak dikagumi dan dinikmati terutama oleh para astronom. Ini adalah kesempatan untuk mempelajari komet yang masih muda yang jauh-jauh datang ke bagian dalam Tata Surya sebelum kemudian ia menghilang dan manusia tidak akan mendengar kabar darinya sampai ribuan tahun kemudian saat ia bertualang menuju titik terjauhnya dari Matahari di jarak 1031 SA. Elenin baru akan kembali lagi sekitar 11690 tahun yang akan datang.   Menarik bukan?
Pada saat Komet Elenin berada dekat dengan Bumi pada tanggal 16 Oktober Oktober 2011, ia akan terbit sekitar pukul 2 dini hari di Timur. Bagi yang tertarik untuk menantikan dan mengamati komet Elenin ada jarak terdekatnya dengan Bumi, bisa mulai menyiapkan instrumennya dari sekarang.
Komet Elenin yang tampak bagi pengamat di Bumi pada tanggal 16 oktober 2011 jam 3 dini hari dari lokasi pengamat di Bandung. Elenin tampak berada di mulut rasi Leo dan tak jauh dari capit Cancer serta di bawah Mars yang berada di capit Cancer. Kredit : Stellarium
Catatan :
Untuk menambahkan data komet C/2010 X1 Elenin pada Stellarium, silahkan buka file ssystems.ini di Stellarium dengan notepad dan tambahkan data berikut (copy and paste) pada ssystems.ini, lalu simpan:

[C/2010X1 - Elenin]
name = Elenin
parent = Sun
radius = 24
oblateness = 0.0
halo = true
color = 1.0,1.0,1.0
tex_halo = star16x16.png
tex_map = nomap.png
coord_func = comet_orbit
orbit_TimeAtPericenter = 2455815.22816
orbit_PericenterDistance = 0.482473
orbit_Eccentricity = 1.000016
orbit_ArgOfPericenter = 343.8071
orbit_AscendingNode = 323.2259c
orbit_Inclination = 1.8392
lighting = false
albedo = 1
sidereal_period = 365.25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar