Kamis, 01 September 2011

Pesawat Hipersonik, Pesawat Yang 7 Kali Lebih Cepat Daripada Kecepatan Suara

Pesawat Hypersonic yang Sedang dikembangkan NASA (7 kali kecepatan suara)
Pesawat Hypersonic yang Sedang dikembangkan NASA | Mega proyek yang sedang dilakukan oleh NASA ini bertujuan agar manusia mampu mengarungi luar angkasa dan ke planet lain tanpa menggunakan roket yang selama ini masih dipakai. Begitupun dengan pesawat transfortasi komersial supaya lebih cepat mengarungi berbagai negara. Proyek yang dianggarkan mencapai US$5 juta untuk membuat pesawat yang bisa dipakai berulang kali dengan mengembangkan material baru yang tahan dengan temperatur yang tinggi.

Masalah utama yang masih menjadi hambatan adalah overheat, untuk itu masih perlu pengembangan material baru yang tahan panas, karena pesawat akan di desain dengan kemampuan manuver seperti halnya pesawat biasa.

Pesawat hypersonik lain yang telah sukses dikembangkan NASA adalah jenis X-51A dan X-43A dengan kecepatan Mach 6 yang nyaris menembus 7 kali kecepatan suara.

Lubang Hitam Yang Lama Tertidur Kembali Aktif

Ilustrasi aktifnya kembali Lubang Hitam yang dinamai Swift J1644 57 (sumber : Google)
Ilustrasi aktifnya kembali Lubang Hitam yang dinamai Swift J1644 57 (sumber : Google)
PENNYSYLVANIA - Sejak Maret lalu, Astronom mengamati sumber baru yang ada di langit pada malam hari dengan menggunakan sinar-X. Mereka melihat kemunculan kembali sebuah lubang hitam yang memakan bintang kecil di sekelilingnya.

Ketika menemukan tanda-tanda awal dari aktivitas lubang hitam tersebut, para astronom berpikir jika itu merupakan salah satu dari banyaknya peristiwa kosmik. Namun data dari satelit Swift milik NASA menunjukan bahwa ada pembakaran dengan intensitas dan kecerahannya yang bertambah.

Para ahli menyatakan jika sumber baru yang terletak di gugus bintang Draco diharapkan dapat terlihat melalui pancaran sinar-X yang mampu bersinar dengan baik hingga tahun depan. Sebagai sumber radiasi standar jelas ini jarang terjadi, biasanya hanya berkedip sejenak lalu menghilang beberapa hari. Demikian seperti dikutip Softpedia, Jumat (26/8/2011).

Rincian makalah baru mengenai kemunculan kembali sebuah lubang hitam sudah dipublikasi dalam jurnal Nature edisi 25 Agustus. Para peneliti juga memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana fungsi sumber radiasi baru yang diberi nama Swift J1644 57.

"Luar biasa, Swift masih memproduksi sinar-X dan akan memancarkan cahaya yang cukup terang, sehingga dapat diamati hingga tahun depan. Perilaku seperti ini jarang kami temukan sebelumnya," jelas David Burrows, profesor astronomi dari Pennsylvania State University.

Burrows menentukan sumber sinar-X di lubang hitam yang terletak pada sebuah galaksi yang sangat jauh. Objek ini terletak sekira 3,9 miliar tahun cahaya jauhnya.

Para astronom sekarang percaya bahwa lubang hitam di inti galaksi kembali aktif ketika bintang-bintang kecil melintas dekatnya dan akan dimakan.

"Dengan pengembangan penemuan ini, kami mampu melakukan pelacakan mundur ke waktu sebelumnya, guna memastikan bahwa ada aliran yang terbentuk pada saat yang sama di mana Swift akan menjadi sumber sinar-X," simpul ahli.

Pergeseran Planet Jupiter Pengaruhi Ekosistem Tata Surya

Planet Jupiter (sumber : Google)
Planet Jupiter (sumber : Google)
CALIFORNIA - Sejak awal pembentukan matahari sekira 4,6 miliar tahun lalu, planet-planet di tata surya mengalami pergeseran posisi secara berkala. Sebuah penelitian baru memperlihatkan pengaruh pergeseran Planet Jupiter terhadap tata surya.

Seperti diketahui Jupiter adalah planet terbesar yang mengorbiti Matahari. Sejak awal pembentukan di tata surya, Jupiter selalu mengalami banyak pergeseran. Pergeseran Jupiter banyak mempengaruhi beberapa planet lain seperti Mars dan Saturnus.

Sebuah fakta menunjukan bahwa pergeseran Jupiter menyebabkan pertumbuhan dari Planet Mars mengalami penghentian.

Planet Raksasa ini juga berpengaruh besar terhadap sabuk Asteroid, yang mengorbit pada Matahari di antara orbit Mars dan Jupiter. Namun kasus tersebut adalah masalah yang sangat kompleks, karena efek ini harus disimpulkan secara rinci.

Dalam rangka untuk menjelaskan alasan mengapa Jupiter bermigrasi, serta efek dari proses migrasi ini, peneliti telah menerbitkan sebuah model komputer baru, untuk menjelaskan hal tersebut.

Makalah ilmiah ini muncul di jurnal Nature, edisi 14 Juli. Para ahli tersebut mengatakan bahwa mereka menciptakan model komputer baru yang memperlihatkan dari awal tata surya terbentuk, tujuannya untuk memberikan pemahaman lebih baik mengenai bagaimana gerakan planet membentuk sistem konfigurasi saat ini.

Seperti dikutip Softpedia, Jumat (26/8/2011), Kevin Walsh, penulis makalah ini menjelaskan bahwa Jupiter awalnya terbentuk sekira 3,5 Astronomical Unit (AU / satuan astronomi menyatakan jarak) dari matahari. Tak lama setelah terbentuk, Jupiter mulai bergerak menuju bagian lain dari tata surya, hingga mencapai orbit yang sekarang ditempati oleh Mars. Saat itu Mars belum terbentuk.

"Kami berteori bahwa Jupiter berhenti bermigrasi ke arah matahari karena adanya Planet Saturnus," cetus Avi Mandell, rekan dari penulis penelitian ini.

Kedua planet saling bergerak di dalam tata surya, tapi pada satu titik migrasi, keduanya berhenti. Selanjutnya kedua planet ini mulai bergerak lebih jauh. Awalnya Jupiter masuk orbit stabil pada 5 AU, sementara Saturnus pindah lebih jauh dan masuk ke orbit 7 AU. Namun pada akhirnya, Jupiter terus bergerak lebih jauh, hingga ke orbit saat ini yang berjarak 9,5 AU dari Matahari.

Proses Perakitan Sampai Peluncuran Buran


Quote:

Quote:
Dalam publikasi baru-baru ini kita telah diberitahu tentang jet di dunia terberat dan Pesawat terbesar Antonov atau AN-225 yang dirancang untuk program luar angkasa Uni Soviet pada tahun 1988,Pada foto berikutnya kita bisa melihat proses lengkap meluncurkan Buran ke orbit ruang angkasa.

Spoiler for 01

Spoiler for 02

Spoiler for 03

Spoiler for 04

Spoiler for 05

Spoiler for 06

Spoiler for 07

Quote:
Apakah Anda tahu bahwa ada pesawat ruang angkasa yang dibangun di Rusia, yang telah membuat beberapa penerbangan sukses tapi kemudian proyek penelitian ditutup karena kekurangan dana setelah runtuhnya Uni Soviet?
The Buran adalah kendaraan pertama Rusia yang tidak hanya mampu untuk meletakkan beban bayar ke Space, tetapi juga untuk memberikan perawatan dan perbaikan orbit mereka serta kembali ke Bumi.

Quote:
Dan ini adalah Buran yang sedang terpasang ke roket utama.

Spoiler for 08

Spoiler for 09

Quote:
Dan akan di pindahkan ke lokasi peluncuran

Spoiler for 10

Spoiler for 11

Spoiler for 12

Spoiler for 13
[CENTER][/CENTER]

Quote:
Dan ini adalah TEAM Penerbangan Buran

Spoiler for 14

Quote:
pengorbit Buran dapat menempatkan hingga 30 ton ke Ruang dan kembali hingga 20 ton muatan dengan Bumi.ukuran mengesankan pada kendaraan untuk mengangkut modul stasiun orbital atau struktur yang besarnya hingga 17 m panjang dan 4,5 m dengan diameter dan bukan hanya 2-4 anggota kru tapi sampai 6 penumpang dapat ditampung dalam awak kabin.
Para pendahulu Buran hanya dapat mengeksekusi peran yang terpisah: Kendaraan Vostok dan SOYUS hanya dimaksudkan untuk penerbangan kru, KEMAJUAN - untuk pengiriman barang ke stasiun orbital.Sedangkan arus kargo pada garis orbit Bumi meningkat dan pengembangan kendaraan penggunaan ulang dari daya dukung yang besar telah menjadi tak terelakkan.

Spoiler for 15

Spoiler for 16
Spoiler for 19

Spoiler for 20

Spoiler for 21

Spoiler for 22

Spoiler for 23

Spoiler for 24

Quote:
Dan di sini lah saat-saat peluncurannya di lakukan

Spoiler for 25

Spoiler for 26

Spoiler for 27

Spoiler for 28

Spoiler for 29

Spoiler for 30
Quote:
Perbedaan utama antara pesawat ruang Buran dan Suttle-pengorbit adalah sebagai berikut:
- Pendaratan otomatis Buran dari orbit ke lapangan udara
- Yang tidak ot mesin roket utama di orbit pesawat. Mesin utama ditempatkan ke blok sentral dari Energia carrier-roket yang mampu meluncurkan ke orbit 120 tonns dari payload terhadap 30 tonns untuk Space Shuttle
- Rasio angkat-tarik tinggi ternak dari pesawat ruang Buran adalah 6,5 terhadap 5.5 untuk Space Shuttle
- ruang pesawat Buran 20 tonns dari muatan terhadap 15 tonns untuk pengorbit Pesawat Ulang Alik dari orbit ke suatu aerodrome
- Pola lay-out pemotongan ubin thermoprotection dari Buran optimal dan longitudinal celah genteng sabuk yang ortogonal ke garis aliran. Sharp sudut ubin tidak hadir. sabuk ubin itu badan pesawat Buran dan sirip memiliki posisi yang optimal.

Alasan Mengapa Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Di Lakukan Di Florida

Enam puluh tahun yang lalu, Florida’s “Space Coast” memulai peluncuran roket yang disebut Bumper 8 pada tanggal 24 Juli 1960, dari apa yang kemudian disebut Long Range Proving Ground Base di Cape Canaveral.
Cape Canaveral adalah pintu Amerika untuk menuju ke alam semesta, tapi itu bukan tempat pertama dari roket yang diluncurkan di Amerika Serikat.

Setelah Perang Dunia II, ketika teknologi roket militer dalam masa perkembangan, roket diluncurkan dari fasilitas test White Sands di New Mexico.
http://www.aerospaceguide.net/worldspace/space_shuttle_launch.jpg
“Panjang total jangkauan di White Sands sekitar 100 mil,” kata Stan Starr, Kepala Cabang Fisika Terapan di Kennedy Space Center. “Segala sesuatu yang mereka diluncurkan harus pergi lurus ke atas, dan sedikit ke utara sehingga radar dan stasiun telemetri akan bisa melihat roket untuk melacak mereka.”
Fasilitas peluncuran pesawat Ruang Angkasa milik NASA
Tetapi untuk mencapai jarak yang jauh dan ada beberapa program militer yang pada saat itu sama persis, tujuan jangka panjang dan kemampuan untuk melacak roket di seluruh rentang, kata Starr. Haruskah sesuatu yang salah , insinyur roket juga ingin memastikan bahwa roket akan mendarat dengan baik, terutama di lautan.
“Di Cape Canaveral kita memiliki keuntungan besar,” kata Starr atas lokasi lain. Itu dipilih karena dua alasan: fakta bahwa secara relatif dekat dengan garis katulistiwa dibandingkan dengan lokasi lain di AS, dan fakta bahwa berada di Pantai Timur.
Lokasi di Pantai Timur dipilih karena setiap roket yang meninggalkan permukaan Bumi dan perjalanan ke timur mendapat dorongan dari putaran bumi. Sebuah lokasi di Pantai Barat akan mengirim roket ke wilayah penduduk atau harus berhadapan dengan peluncuran melawan arah putaran.
“Setiap objek di permukaan Bumi akan bergerak ke timur dengan sangat cepat,” kata Starr.
Dan, tingkat perputaran berada pada tingkat tertinggi di khatulistiwa dan paling lambat di kutub, jadi lokasi yang di selatan Cape Canaveral juga memberinya dorongan, kata Starr. Cape Canaveral adalah sekitar 28 derajat lintang di atas khatulistiwa.
The Bumper roket yang diuji pada tahun 1950 adalah tahap pertama dua-roket untuk dikembangkan, kata Starr. Dua tahap roket melibatkan satu roket yang meluncurkan dari tanah, dan kedua yang meluncurkan roket dari yang pertama dalam penerbangan, selama perpisahan.
Ada total delapan Bumper roket, dan enam pertama diluncurkan dari White Sands. Tapi Bumper ke 5 melambung ke ketinggian 244 mil, yang lebih tinggi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional diorbit bumi hari ini, dan meningkatnya kebutuhan untuk melakukan berbagai peluncuran yang lebih besar, kata Starr.
Fasilitas Angkatan Udara di Cape Canaveral dinamakan Patrick Air Force Base pada Aug.1 1950.

Kennedy Space Center
Saat ini, Base berdekatan dengan Kennedy Space Center, dan pada tahun-tahun sejak roket Bumper, Cape Canaveral adalah tempat meluncurkan lebih dari 3.000 roket.

Sumber: http://www.adipedia.com/alasan-mengapa-peluncuran-pesawat-luar-angkasa-selalu-dilakukan-di-florida/

Rabu, 31 Agustus 2011

Galaksi Pinwheel

Teleskop luar angkasa milik NASA telah mengambil foto baru pada sebuah Piringan Galaksi yang diperkirakan memiliki diameter 55 ribu tahun cahaya atau kira-kira setengah dari Galaksi Bimasakti. Galaksi tersebut telah di identifikasi sebagai Messier 83 (M83) yang berjarak 15 juta tahun cahaya dari bumi dan berada di konstelasi Hydra.
Foto tersebut diambil oleh teleskop WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer), yang merupakan teleskop inframerah ruang angkasa yang diluncurkan pada bulan Desember 2009. Tugas teleskop tersebut adalah mencari galaksi, asteroid dan benda-benda lain yang bersinar terang dalam spektrum cahaya (gelombang) inframerah.
M83 juga dikenal sebagai southern Pinwheel Galaxy karena letaknya di belahan selatan bumi. Pinwheel Galaxy lain dikenal sebagai M101, sebuah piringan galaksi yang terletak di belahan bumi utara di konstelasi Ursa Major.
Silahkan nikmati gambar-gambar menakjubkan bidikan teleskop WISE, berikut ini.
teleskop
saat peluncuran
di luar angkasa
bidikan pertama
formax cluster
Andromeda
spiral arms

Selasa, 30 Agustus 2011

Para Astronom Terkenal

1 Anaximander (610-546 SM)
2 Aristharkus (abad ke-3 SM)
3 Aristoteles (384-322 SM)
4 James Bradley (1693-1762)
5 Tycho Brahe (1546-1601)
6 Nicolaus Copernicus (1473-1543)
7 John Ludwig Emil Dreyer (1852-1926)
8 Eratosthenes (276-196 SM)
9 Galileo Galilei (1564-1642)
10 Johann Gottfried Galle (1812-1910)
11 George Gamow (1904-1968)
12 Sir William Herschel (1738-1822)
13 Hipparkus (abad ke-2 SM)
14 Sir Fred Hoyle (1915-...)
15 Edmond Halley (1656-1742)
16 Edwin Hubble (1889-1953)
17 Immanuel Kant (1724-1804)
18 Johannes Kepler (1571-1630)
19 Laplace, Pierre Simon, Marquis de (1749-1827)
20 Henrietta Leavitt (1868-1921)
21 Georges Lemaitre (1894-1966)
22 Urbain Jean Joseph Leverrier (1811-1877)
23 Percival Lowell (1855-1916)
24 Charles Messier (1730-1817)
25 Sir Isaac Newton (1642-1727)
26 Ptolomeus (abad ke-2 M)
27 Pythagoras (abad ke-6 SM)
28 Carl Sagan (1934-1996)
29 Giovanni Schiaparelli (1835-1910)
30 Marteen Schmidt (1929-...)
31 Harlow Shapley (1885-1972)
32 Clyde Tombaugh (1906-1997)
33 Carl von Weizsacker, (1912-...)

Anaximander (610-546 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang sering disebut sebagai "Bapak Ilmu Astronomi". Ia menganggap bentuk Bumi sebagai silinder dan angkasa berputar tiap hari mengelilinginya.
Aristharkus (abad ke-3 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa Matahari adalah pusat alam semesta. Ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif Matahari, Bumi dan Bulan. Ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter Bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). Ia juga memperkirakan bahwa Matahari memiliki diameter 7 kali diameter Bumi. Ini kira-kira 15 kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.
Aristoteles (384-322 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang percaya bahwa Matahari, Bulan dan planet-planet mengitari Bumi pada permukaan serangkaian bola angkasa yang rumit. Ia mengetahui bahwa Bumi dan Bulan berbentuk bola dan bahwa bulan bersinar dengan memantulkan cahaya Matahari, tetapi ia tak percaya bahwa Bumi bergerak dalam Antariksa ataupun bergerak dalam porosnya.
James Bradley (1693-1762)
Seorang ahli astronomi Inggris yang menemukan penyimpangan yang disebut Aberasi Sinar Cahaya di tahun 1728, yaitu bukti langsung pertama yang dapat diamati bahwa Bumi beredar mengelilingi Matahari. Dari besarnya penyimpangan ia menghitung kecepatan cahaya sebesar 295.000 km/dt. Hanya sedikit lebih kecil dari nilai sebenarnya (299.792,4574 km/dt, US National Bureau of Standards).
Tycho Brahe (1546-1601)
Seorang ahli astronomi Denmark, dipandang sebagai pengamat terbesar di zaman pra-teleskop. Dengan memakai alat bidik sederhana, Brahe mengukur posisi planet dengan ketelitian yang lebih besar dari siapapun sebelumnya. Hal ini memungkinkan asistennya, Johannes Kepler untuk memecahkan hukum gerakan planet. (Lihat gambar)

Nicolaus Copernicus (1473-1543)
Seorang ahli astronomi Polandia yang mencetuskan pandangan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta sebagaimana pandangan umum pada masanya, melainkan mengitari Matahari seperti planet lainnya. Pola berani ini disajikan dalam bukunya Mengenai Perkisaran Bola-Bola Angkasa yang terbit ditahun wafatnya. Polanya itu lebih memudahkan penjelasan tentang gerakan planet sesuai pengamatan. teorinya didukung oleh pengamatan Galileo dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Kepler (Lihat gambar).
John Ludwig Emil Dreyer (1852-1926)
Seorang ahli astronomi Denmark yang menghimpun sebuah katalog utama yang memuat hampir 8000 kelompok bintang dan Nebula. Katalog yang disusunnya disebut Katalog Umum Baru (the New General Catalogue, NGC).
Eratosthenes (276-196 SM)
Seorang ahli astronomi Yunani yang pertama-tama mengukur besarnya Bumi secara teliti. Ia mencatat perbedaan ketinggian Matahari di langit sebagaimana terlihat pada tanggal yang sama dari dua tempat pada garis utara-selatan yang jaraknya diketahui. Dari pengamatannya, ia menghitung bahwa Bumi mestinya bergaris tengah 13.000 km. Hampir tepat dengan angka yang sebenarnya (12.756,28 km pada katulistiwa).
Galileo Galilei (1564-1642)
Seorang ilmuwan Italia yang menciptakan revolusi dalam astronomi dengan pengamatan perintisnya di angkasa. Dalam tahun 1609, Galileo mendengar mengenai penciptaan teleskop dan membuat satu bagi dirinya. Dengan itu ia menemukan kawah-kawah bulan, melihat bahwa Venus menunjukkan fase-fase sambil ia mengitari Matahari dan menemukan bahwa Jupiter memiliki empat buah Bulan. (Lihat gambar)
Johann Gottfried Galle (1812-1910)
Seorang ahli astronomi Jerman yang menemukan planet Neptunus. Dengan menggunakan perhitungan Urbain Leverrier, Galle menemukan Neptunus pada malam hari, di tanggal 23 September 1846, tidak seberapa jauh dari posisi yang semula diperhitungkan.
George Gamow (1904-1968)
Seorang ahli astronomi Amerika pendukung teori ledakan besar (Big Bang). Menurut hitungannya, kira-kira 10% bahan dalam alam semesta seharusnya adalah Helium yang terbentuk dari Hidrogen selama terjadinya ledakan besar; pengamatan telah membenarkan ramalan ini. Ia juga meramalkan adanya suatu kehangatan kecil dalam alam semesta sebagai peninggalan ledakan besar. Radiasi Latar belakang ini akhirnya ditemukan pada 1965.
Sir William Herschel (1738-1822)
Seorang ahli astronomi Inggris, lahir di Jerman, yang menemukan planet Uranus pada tanggal 17 Maret 1781 beserta dua satelitnya dan juga dua satelit Saturnus. Herscel membuat survey lengkap langit utara dan menemukan banyak bintang ganda dan nebula. Untuk menangani pekerjaan ini, ia membangun sebuah reflektor 122 cm, terbesar di dunia saat itu. Survey langit Herschel itu meyakinkan bahwa galaksi kita berupa sistem bintang berbentuk lensa, dengan kita di dekat pusat. Pandangan ini diterima hingga zaman Harlow Shapley.
Hipparkus (abad ke-2 SM)
Seorang ahli astronomi Yunani yang dianggap terbesar di zamannya. Ia membuat sebuah katalog 850 bintang dengan teliti yang dibagi kedalam enam kelompok kecerlangan atau magnitudo; bintang paling cemerlang dengan magnitudo 1 dan yang paling lemah (yang tampak dengan mata telanjang) dengan magnitudo 6. Suatu sistem magnitudo yang disesuaikan masih digunakan dewasa ini. Hipparkus menemukan bahwa posisi bumi agak goyah di antariksa, suatu efek yang disebut presesi.
Sir Fred Hoyle (1915-...)
Seorang ahli astronomi Inggris yang dikenal karena karyanya mengenai Teori Keadaan Tunak yang menyangkal bahwa alam semesta diawali dengan suatu ledakan besar. Hoyle menunjukkan bagaimana unsur-unsur kimia berat dalam alam semesta tersusun dari hidrogen dan helium dengan reaksi-reaksi nuklir di dalam bintang, dan tersebar dalam antariksa oleh ledakan supernova.
Edmond Halley (1656-1742)
Seorang ahli astronomi Inggris yang di tahun 1705 memperhitungkan bahwa komet yang terlihat dalam tahun-tahun 1531, 1607 dan 1682 sesungguhnya adalah benda yang sama yang bergerak dalam satu garis edar tiap 75 atau 76 tahun mengedari matahari. Komet tersebut kini dikenal sebagai Komet Halley. Dalam tahubn 1720, Halley menjadi ahli astronomi kerajaan yang kedua, Di Greenwich ia membuat studi yang memakan waktu lama mengenai gerakan bulan.
Edwin Hubble (1889-1953)
Seorang ahli astronomi Amerika yang di tahun 1924 menunjukkan bahwa terdapat galaksi lain di luar galaksi kita. Selanjutnya ia mengelompokkan galaksi menurut bentuknya yang spiral atau eliptik. Di tahun 1929 ia mengumumkan bahwa alam semesta mengembang dan bahwa galaksi bergerak saling menjauhi denga kecepatan yang semakin tinggi; hubungan ini kemudian disebut hukum Hubble. Jarak sebuah galaksi dapat dihitung dengan hukum Hubble bila kecepatan menjauhnya diukur dari pergeseran merah cahayanya. Menurut pengukuran terakhir, galaksi bergerak pada 15 km/dt tiap jarak satu juta tahun cahaya. Nama Hubble kini diabadikan pada sebuah teleskop raksasa di antariksa yang dioperasikan oleh NASA.
Immanuel Kant (1724-1804)
Seorang filsuf Jerman yang pada tahun 1755 mengajukan cikal-bakal teori modern tentang tata surya. Kant percaya bahwa planet-planet tumbuh dari sebuah cakram materi di sekeliling Matahari, sebuah gagasan yang kemudian dikembangkan oleh Marquis de Laplace. Kant juga berpendapat bahwa nebula suram yang terlihat di antariksa adalah galaksi tersendiri seperti galaksi Bima Sakti kita. Pendapat tersebut kini telah terbukti kebenarannya.
Johannes Kepler (1571-1630)
Seorang ahli matematika dan ahli Astronomi Jerman yang menemukan ketiga hukum dasar pergerakan planet. Pertama, dan yang terpenting, ia di tahun 1609 menunjukkan bahwa planet bergerak mengelilingi Matahari dalam orbit eliptik, bukannya dalam kombinasi lingkaran-lingkaran sebagaimana diperkirakan sebelumnya. Ia menunjukkan pula bahwa kecepatan planet berubah sepanjang orbitnya, lebih cepat bila lebih dekat dengan Matahari dan lebih lambat bila jauh. Di tahun 1619 ia menunjukkan bahwa jangka waktu yang diperlukan sebuah planet untuk menyelesaikan satu orbit berkaitan dengan rata-rata jaraknya dari matahari. Untuk perhitungannya, Kepler menggunakan pengamatan Tycho Brahe.
Laplace, Pierre Simon, Marquis de (1749-1827)
Seorang ahli matematika Prancis yang mengembangkan teori asal mula tata surya yang digagas oleh Immanuel Kant. Di tahun 1796, Laplace melukiskan bagaimana cincin-cincin materi yang terlempar dari Matahari dapat memadat menjadi planet-planet. Perincian teori tersebut telah ditinjau kembali, tetapi pada pokoknya tidak berbeda dengan teori-teori modern mengenai awal-mula terjadinya tata surya.
Henrietta Leavitt (1868-1921)
Seorang ahli astronomi Amerika yang menemukan sebuah teknik penting dalam astronomi untuk mengukur jarak bintang dengan memakai bintang-bintang Variabel Cepheid. di tahun 1912 ia menemukan bahwa kecerlangan rata-rata sebuah Cepheid berhubungan langsung dengan jangka waktu yang diperlukannya untuk berubah, dengan Cepheid paling cemelang memiliki periode paling lama. Jadi, dengan mengukur waktu variasi cahaya sebuah Cepheid, para astronom dapat memperoleh kecerlangan sebenarnya, dengan demikian jaraknya dari bintang dan planet lain dapat pula dihitung. (Lihat gambar)
Georges Lemaitre (1894-1966)
Seorang ahli astronomi Belgia yang pada tahun 1927 mencetuskan teori Ledakan Besar kosmologi yang menyatakan bahwa alam semesta dimulai dengan suatu ledakan besar dahulu kala dan bahwa sejak itu kepingannya masih terus beterbangan. Lemaitre mendasarkan teorinya pada pengamatan Edwin Hubble mengenai alam semesta yang mengembang.
Urbain Jean Joseph Leverrier (1811-1877)
Seorang ahli matematika Prancis yang memperhitungkan keberadaan planet Neptunus. Saat memeriksa gerakan Uranus, ia menemukan bahwa gerakannya dipengaruhi oleh sebuah planet tak dikenal. Perhitungan Leverrier memungkinkan penemuan Neptunus oleh Johann Galle.
Percival Lowell (1855-1916)
Seorang ahli astronomi Amerika yang memetakan saluran-saluran di Mars dan percaya tentang adanya kehidupan di planet tersebut. Dalam tahun 1894 ia mendirikan observatorium Lowell di Arizona guna mempelajari Mars. Lowell juga mempercayai adanya planet di seberang Neptunus yang belum ditemukan. Ia mulai mencarinya di langit dengan bantuan gambar foto. Planet baru itu, kemudian dinamai Pluto, akhirnya ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930, setelah meninggalnya Lovell. Selain merupakan nama Dewa Kematian bangsa Yunani Kuno, dua huruf awal pada Pluto juga merupakan penghormatan untuk namanya.
Charles Messier (1730-1817)
Seorang ahli astronomi Prancis yang menyusun sebuah daftar berisi lebih dari 100 kelompok bintang dan nebula. Hingga sekarang, banyak diantara objek ini yang masih disebut dengan nomor Messier atau M, seperti M1, nebula Kepiting, dan M31, galaksi Andromeda.
Sir Isaac Newton (1642-1727)
Seorang ilmuwan Inggris yang melalui hukum-hukum gravitasinya membantu menerangkan mengapa planet mengitari Matahari. Johannes Kepler juga menghitung hal ini dengan hukumnya mengenai gerakan planet. Newton juga memberi sumbangan penting kepada astronomi pengamatan dengan penelitiannya mengenai cahaya dan optika. Di tahun 1668 ia membangun teleskop pemantul (reflektor) yang pertama di dunia.
Ptolomeus (abad ke-2 M)
Seorang ilmuwan Yunani yang menyusun gambaran baku mengenai Alam semesta yang dipakai oleh para ahli astronomi hingga zaman Renaissance. Menurut Ptolomeus, Matahari, Bulan, dan planet-planet beredar mengelilingi Bumi dengan suatu sistem yang rumit. Teori ini akhirnya ditentang dan dibuktikan kesalahannya oleh pandangan Copernicus. Ptolomeus menulis ensiklopedi besar astronomi Yunani yang disebut Almagest.
Pythagoras (abad ke-6 SM)
Seorang ilmuwan Yunani yang diketahui sebagai yang pertama kalinya mencetuskan gagasan bahwa Bumi berbentuk bola. Ia percaya bahwa Bumi terletak di pusat alam semesta dan benda-benda angkasa lain beredar mengelilingi Bumi.
Carl Sagan (1934-1996)
Seorang ilmuwan Amerika yang dikenal karena penelitiannya mengenai kemungkinan adanya bentuk kehidupan diluar planet Bumi. Ia terlibat sebagai peneliti dalam berbagai misi wahana tak berawak yang diluncurkan oleh NASA, diantaranya adalah misi Mariner ke planet Venus dan Viking ke planet Mars.
Giovanni Schiaparelli (1835-1910)
Seorang ahli astronomi Italia yang pertama kali melaporkan adanya "saluran" di permukaan planet Mars ketika planet tersebut mendekat di tahun 1877. Ia menamakannya canali, dari bahasa Italia yang berarti "saluran". Ia tidak mempercayai bahwa saluran itu adalah buatan mahluk cerdas, tetapi penerjemahan yang kurang tepat memberi kesan yang keliru. Schiaparelli juga menunjukkan bahwa hujan meteor mengikuti garis edar sama seperti komet. Dari sana, ia menduga bahwa hujan meteor sebenarnya adalah puing sebuah komet.
Marteen Schmidt (1929-...)
Seorang ahli astronomi Amerika yang menemukan jarak-jarak kuasar dalam alam semesta. Di tahun 1963 ia mula-mula mengukur pergeseran merah dari kuasar C 273 yang ternyata begitu besar sehingga menurut hukum Hubble ia seharusnya terletak jauh diluar galaksi kita.
Harlow Shapley (1885-1972)
Seorang ahli astronomi Amerika yang di tahun 1921 pertama kali menghitung ukuran sebenarnya dari galaksi kita, dan menunjukkan bahwa Matahari tidak terletak di pusatnya. Shapley mengajukan gagasannya dari suatu studi mengenai kelompok globular perbintangan yang tersebar dalam suatu cincin di sekitar galaksi kita. Dengan mengukur jaraknya dari kecerlangan bintang yang dikandungnya, ia memperkirakan bahwa galaksi kita kira-kira berdiameter 100.000 tahun cahaya dan bahwa Matahari terletak kira-kira 30.000 tahun cahaya dari pusatnya.
Clyde Tombaugh (1906-1997)
Ahli astronomi Amerika yang pada bulan Februari 1930 menemukan planet Pluto dengan mempergunakan gambar-foto yang diambil di observatorium Lowell. Setelah penemuan Pluto, Tombaugh melanjutkan survey foto sekeliling langit untuk mencari planet lain yang mungkin ada, tetapi tidak menemukan sesuatu.
Carl von Weizsacker, (1912-...)
Seorang astronom Jerman yang dalam tahun 1945 menggagas dasar teori-teori modern mengenai asal mula tata surya. Ia membayangkan bahwa planet terbentuk dari kumpulan partikel-partikel debu yang berasal dari sebuah cakram yang terdiri dari materi yang mengelilingi Matahari saat masih muda. Teorinya ini merupakan perubahan dari teori sebelumnya yang digagas oleh Kant dan Laplace.